| Views |
267  |
|
Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kesempatan yang besar dalam hidupnya untuk melaksanakan Amanat Agung dalam hidup sehari-hari, misalnya: ketika berkomunikasi dengan rekan sekantor, dengan pembantu di rumah, saat bersama keluarga.
Aplikasi Amanat Agung sangat efektif bila dilakukan dalam hidup sehari-hari dan dengan siapapun kita bertemu. Tuhan menaruh beban kepada saya secara khusus kepada kaum fokus, pengalaman melakukan Amanat Agung lebih banyak dilakukan ketika saya berhadapan dengan mereka. Pertama kali melakukannya terasa sangat berat, saya berpikir bagaimana jika nantinya saya dijauhi, ditolak, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Namun saya mendapatkan bahwa dasar melakukan Amanat Agung adalah hubungan. Hubungan yang OKE dengan Tuhan akan melahirkan belas kasihan dan isi hati Allah dalam hidup kita. Belas kasihan akan jiwa-jiwa yang mendorong kita untuk bertindak. Prinsip saya, just do your best and God will take a rest. Saya banyak melihat penyertaan Tuhan ketika saya bersaksi, yang saya siapkan hanya berdoa. Hasilnya saya lancar menceritakan tentang Yesus dan saya menjadi semakin antusias ketika membagikannya. Berikut pengalaman saya bersaksi kepada pembantu saya di rumah, (red; V=vinna, M = pembantu saya) V : mba percaya gak Tuhan itu ada? M: ya percaya, kenapa non? Non gimana? V : saya percaya mba, bahkan saya percaya Dia hidup. M : hidup gimana non? V : ya saya bisa rasain Dia mba, bisa saya ajak ngobrol, hehehe ? ‘kan seru tuh mba ngobrol ama Tuhan. M: si non bisa aja. V: bener mba. V: Mba, kalo mba sedih, kalo mba lagi bingung, coba deh mba bilang ama Tuhan. Allah, aku lagi sedih nih. Ngomong aja mba, ngobrol aja. Dia denger mba. mba gue cuma diem, trus gue nanya lagi. G: mba, mba kalo nanti meninggal mo masuk mana mba? M: ya mudah-mudahan masuk surga non G: lho kok mudah-mudahan mba???? harus yakin dong!! M: maunya sih masuk surga tapi ga tau juga non. M: Emang kalo non gimana? Lewat pertanyaan pembuka di atas, saya langsung menceritakan tentang Yesus ditambah dengan perumpamaan-perumpamaan yang ada di Alkitab. Wal hasil pembantu saya menjadi sangat serius dan lebih banyak bertanya. Beberapa hari setelah percakapan kami itu, ia akhirnya memutuskan untuk percaya kepada Yesus. Percakapan diatas hanya salah satu contoh untuk kita melaksanakan Amanat Agung, Tuhan bisa membantu kita untuk melakukan Amanat Agung dengan berbagai cara. Ketika kita mulai bertindak, roh Allah yang akan memimpin. Seperti percakapan saya di atas, sebetulnya saya tidak menyangka akan seberani itu. Saya belajar menaati firman Tuhan yang berkata, “namun aku hidup bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam aku.” Galatia 2 : 20. Oleh : Vinna Setiawati – Tim Girls’ Talk Jakarta
Users' Comments (0)  |
|
|