Visi Wanita Bijak

Image

Melalui KEUNIKANNYA Wanita BERFUNGSI dan menjadi TELADAN (Titus 2:3-7)

 

Precious Moment

Tabloid Wise Woman

 

Dapatkan Tabloid

WISE WOMAN

di TB Metanoia, TB Heleluya & Pundi Sarfat

atau hub sekreatariat WB telp. 021-45852632


Question?

 

Anda telah mengikuti pembinaan Wanita Bijak (ibu/single/girls' talk)? Bagikan berkat yang telah Anda terima di situs Wanita Bijak ini. Kirimkan kesaksian Anda ke Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya   (Tulis nama, e-mail/alamat/kota, kelompok usia -ibu/single/girls' talk). 

Sekretariat WB: Komp. Gading Bukit Indah blok I no.9, Kelapa Gading. Telp. 021 4585 2632

 

TELADAN ITU NYATA DAN TERASA ! Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 560    

Hi gals around Indonesia!! Greetings from Surabaya

Jika ada seseorang bertanya kepada kita begini: ‘ Apakah engkau mau menjadi teladan bagiku?’ , kita tentu akan berpikir ‘apakah aku sudah mampu menjadi teladan?’ rasanya koq belum, rasanya banyak yang harus diperbaiki sebelum mampu untuk menjadi teladan.

Kalo itu yang ada di pikiran kita, saya ingin memberitakan kabar baik yaitu bahwa saya dan saudari semua sama (ternyata! hehehe). Kalau seandainya boleh memilih, mungkin dengan segera kita akan langsung memilih pilihan yang lebih mudah yaitu tidak perlu menjadi teladan, hidup biasa-biasa saja, tidak perlu susah-susah berusaha… pokoknya aku kan sudah bersyukur? Menjadi teladan bukan pilihan, sekali lagi … menjadi teladan bukanlah suatu pilihan tetapi keharusan (hiks hiks, koq susah ya).

Melanjutkan pertanyaan pertama di atas, jika orang yang menanyakan hal itu adalah Yesus, bobot pertanyaannya akan menjadi lebih berat bukan? Karena keteladanan kita akan dipadankan dengan kebenaran Alkitab (even worse kan?). Mungkin kita akan bereaksi begini: ‘ wadow, boro-boro jadi teladan buat orang lain wong ngatur diri sendiri aja susah banget’, sudah begitu keteladanan kita kemudian dipadankan juga dengan kebenaran Alkitab (walah, tambah susah ya…) 


Bagi teman-teman single yang sudah pernah ikutan Pembinaan Wanita Bijak Single, mungkin masih ingat apa alasan kita menjadi teladan. Jawabannya adalah karena tujuan hidup kita adalah memuliakan nama Tuhan, yang menciptakan dan menebus kita dari hidup yang sia-sia.

Masih ingat ngga waktu kita menyerahkan hidup kita pertama kali kepada Kristus? Pada saat itulah kita mulai hidup dengan standar Allah sendiri. Ada satu kejadian yang menemplak saya yaitu waktu ada orang yang berkomentar seperti ini: ’Orang Kristen koq begitu kelakuannya!’ (sound familiar?), mengapa demikian? Karena kita dinilai dengan standar tertinggi yaitu Alkitab. Bahkan orang yang belum menjadi anak Tuhan pun tahu bahwa menjadi standar yang ditetapkan bagi kita anak-anak Allah berbeda dengan standar hidup di dunia ini.

Masih berpikiran bahwa menjadi teladan adalah pilihan? Think again!!

Seperti orang-orang lain, saya juga orang kebanyakan (red: ’nggak terkenal gitu loh’ ). Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, sama seperti orang lain saya juga berusaha mencari pekerjaan untuk membiayai hidup sehari-hari.  Di setiap perusahaan dimana saya bekerja, saya selalu bertanya-tanya apakah saya sudah memberi lebih dari yang diminta oleh atasan?  Contoh sederhana: saya pernah telat memberikan laporan yang diminta oleh boss gara-gara saya malas dan menunda-nunda pekerjaan sehingga akhirnya proyek pun hilang dari genggaman (jangan ditiru, bukan cara bijak untuk menunjukkan kalau kita ini anak Tuhan!! ). Terus pernah juga datang ke kantor terlambat beberapa kali, akhirnya saya tidak konsentrasi sepanjang hari itu karena buru-buru. (ini juga bukan teladan yang baik)

Saya belajar, dengan perjuangan yang panjang dan terus menerus (hiks hiks...) , bahwa menjadi teladan adalah suatu proses. Menjadi teladan tidak berarti kita harus sempurna dulu baru menjadi teladan, bahkan proses perubahan kita dapat menjadi teladan bagi orang lain. Di dalamnya terdapat proses menemukan Tuhan, mencari Tuhan saat kita ragu-ragu dengan keputusan-keputusan kita, mempertanyakan tindakan-tindakan yang telah kita lakukan, dan memadankan terus menerus hidup kita dengan standar Allah.

Sekarang saya lebih menyadari lagi bahwa setiap tindakan, perkataan atau kelakuan saya sangat mempengaruhi orang lain. Alangkah ruginya jika Tuhan menempatkan kita pada posisi strategis, tetapi tidak digunakan bagi kemuliaan namaNya. Setiap promosi jabatan yang saya terima adalah bagian dari kepercayaan Tuhan kepada saya untuk menjadi teladan bagi orang di sekitar saya, kesempatan untuk memberikan yang terbaik bukan hanya untuk boss kita tapi yang teristimewa buat Dia. Teladan yang kita berikan, bukan hanya menyenangkan hati Tuhan tetapi membuat kita sendiri penuh dan komplit,suatu perasaan yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata, hanya untuk dirasakan.

Saya akan menutup artikel ini dengan banyak pertanyaan yang akan menolong kita melalui jalan-jalan sulit itu (but really really worthed).

  •  Maukah kita menjadi teladan?
  •  Beranikah kita menjadi teladan bagi orang lain ?
  •  Sudahkah kita memberikan yang terbaik dalam pekerjaan kita, lebih dari yang  diminta?


      Tidak ada seorangpun yang sempurna dalam hal ini, tetapi kita perlu mengusahakannya, melatihnya dengan komitmen terus menerus untuk tetap hidup sesuai dengan standar Allah.

  • Maukah kita mengambil keputusan-keputusan sulit untuk menjadi teladan bagi orang lain?
  • Apakah kita rela melepaskan hal-hal yang “OK” menurut kita, tetapi di hati kita tahu bahwa itu tidak berpadanan dengan nilai-nilai dan kebenaran Firman Tuhan?
  • Bagaimana kita memandang tujuan hidup kita?
  • Relakah kita memberikan waktu, kreatifitas, dan hidup kita supaya dapat diteladani oleh orang lain?
  • Bersediakah kita menukar kenyamanan kita supaya nama Tuhan ditinggikan dan menjadi prioritas?

Akhirnya saya sungguh-sungguh bersukacita jika teman-teman mengambil keputusan untuk menjadi teladan bagi kemulian namaNya (believe me, it’s really really worthed ).
 
"Semuanya dari Dia, oleh Dia dan bagi Dia"

Ruaniwati (biasa dipanggil Lan J ) – PIC WB single Surabaya


Quote this article in website Favoured Print Send to friend Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved