| Views |
432  |
|
Salah satu rapot wb adalah wanita yang menjaga mulut dan hati, dan poin tersebut diletakkan di nomor pertama. Mengapa harus menjaga mulut dan hati? Kenapa tidak menjaga tangan atau menjaga kaki? Karena mulut dan hatilah yang mengendalikan semua pikiran, perkataan dan tindakan kita. Bagaimanapun proses untuk menjaga keduanya berlangsung terus-menerus.
Jaga Mulut
Dengan mulut kita memuji Tuhan, dengan mulut juga kita bisa mengutuk orang (Yakobus 3:9). Kita harus menyadari bahwa ada kuasa dalam mulut/perkataan kita. Perkataan bisa menjadi berkat bagi orang lain, tapi juga bisa menghancurkan orang lain, karena itulah kita harus mengendalikannya. Tuhan menciptakan kita dengan 1 mulut dan 2 telinga, berarti kita harus bisa lebih banyak mendengar daripada berbicara. Yakobus 1 : 19 – Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklahcepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Mulut mengeluarkan perkataan melalui lidah. Lidah adalah bagian kecil namun bisa memegahkan perkara besar dan mengendalikan seluruh tubuh.
Kelemahan terbesar saya adalah di mulut. Saya adalah seorang anak perempuan blak-blakan, ceplas-ceplos, terlalu cepat mengambil kesimpulan /men-judge sesuatu. Mama saya adalah orang yang otoriter, sebagian besar hidup saya diatur sama mama, sampai pakaianpun mama yang mengatur. Mama suka memaksakan keinginannya kepada saya. Hal ini membuat saya menjadi seorang anak yang pemberontak dan suka memaksakan keinginan saya kepada orang lain. Tidak jarang apabila sesuatu yang terjadi tidak sesuaidengan yang saya inginkan, saya berontak dan istilah kerennya “mutung”. Karena saya merasa pendapat saya tidak diterima. Emosi saya juga terpengaruh. Kata-kata negative dan persungutan salalu keluar dari mulut saya. Tidak jarng meledak menjadi kemarahan. Perkataan saya ceplas-ceplos juga selalu membuat konflik dengan orang lain.
Bersyukur setelah saya mengenal Tuhan, dan tahu semua kebenaran-Nya.sedikit demi sedikit melalui proses, Tuhan mulai bentuk dan ajarkan saya cara-cara mendisiplin emosi. Saya bisa menikmati semua peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan saya. Saya bisa bersyukur dengan semua hal yang saya miliki, termasuk mama saya^.^.
Jaga Hati
“Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” (matius 12:34a)
“Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang”. (Matius 15;18)
“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19)
Hati adalah sumber dari tubuh dan jiwa kita, dari hati akan mengalir aliran-aliran kehidupan, perkataan dan pikiran. Mat 15:19 mengatakan tentang hati yang tidak murni, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Hati yang jahat seumpama gelas yang berisi air kotor, yang mengeluarkan bau busuk dan keruh. Bagaimana kita bisa menjernihkan tanpa menyentuh? Kita harus menuanginya dengan air jernih terus menerus sampai meluap, sehingga air jernih menggantikanair yang kotor dan bau itu. Demikian pula hati kita, kotoran yang ada dalam hati kita bisa “terbuang’ dan ‘tergantikan’ oleh hal-hal yang bersih dan murni. Bagaimana caranya? Dengan selalu menisci hati kita dengan hal – hal yang positive dan murni. Salah satunya dengan memenuhi hati kita dengan Firman Tuhan terus menerus. Saat hati kita bersih, otomatis segala inspirasi negative seperti : kekecewaan, dendam, kepahitan, kebencian, kekuatiran, dan sebagainya akan hilang. Tapi apakah hanya berhenti sampai disitu saja? Tentu saja tidak, hati tetap harus terjaga supaya hal-hal negative tidak kembali lagi.
Untuk menjaga hati, kita memerlukan Firman Tuhan dan komunitas yang sehat di sekitar kita sebagai alat untuk membantu menyingkirkan hal-hal negative dari hidup kita. Selalu penuhi hati kita dengan hal-hal positif. Hati yang positif menghasilkan sesuatu yang positif dan hati yang negative menghasilkan hal-hal negative pula. Melalui pembinaan Wanita Bijak saya semakin diteguhkan dalam menjadi wanita-Nya Allah yang bijak, bisa mengontrol emosi dan perkataan saya. Memang semuanya butuh proses dan tidak berlangsung instant, namun Tuhan bisa mengubah semuanya menjadi indah apabila kita lembutkan hati dan bersedia dibentuk. Melalui menulis artikel ini pula Tuhan ajarkan saya untuk lebih bisa menjaga hati dan mulut. Firman Tuhan memang tidak pernah kembali dengan sia-sia. Selamat menjadi wanita yang bisa menguasai lidah dan hati. Terus pegang Firman Tuhan dan menjadi wanita-Nya Allah yang setia.
Users' Comments (0)  |
|
|