Visi Wanita Bijak

Image

Melalui KEUNIKANNYA Wanita BERFUNGSI dan menjadi TELADAN (Titus 2:3-7)

 

Precious Moment

Tabloid Wise Woman

 

Dapatkan Tabloid

WISE WOMAN

di TB Metanoia, TB Heleluya & Pundi Sarfat

atau hub sekreatariat WB telp. 021-45852632


Question?

 

Anda telah mengikuti pembinaan Wanita Bijak (ibu/single/girls' talk)? Bagikan berkat yang telah Anda terima di situs Wanita Bijak ini. Kirimkan kesaksian Anda ke Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya   (Tulis nama, e-mail/alamat/kota, kelompok usia -ibu/single/girls' talk). 

Sekretariat WB: Komp. Gading Bukit Indah blok I no.9, Kelapa Gading. Telp. 021 4585 2632

 

Lampung
REPORTASE WB IBU UJUNG MENTENG Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 343    

Image Hari ini Tanggal 23 Mei 2009, Pukul 8 pagi kami berangkat menuju kawasan Ujung Menteng, suasana jalan dipagi itu sudah disibuki para pekerja yang hendak ke kantor, namun tidak nampak anak-anak yang berangkat ke sekolah karena hari ini adalah hari pertama anak-anak libur sekolah.  Dalam waktu 45 menit kami sudah tiba di tempat tujuan. Saat itu panitia sudah bersiap-siap menyambut para peserta yang berjumlah 102 orang, mereka adalah para orang tua asuh dari sekolah Cahaya Bangsa yang didirikan oleh Yayasan Pelita Persada Mereka datang dari berbagai denominasi gereja; GBI, GPDI, Katolik dan HKBP.  
Tepat pukul 10 sesi pertama dimulai, dibawakan oleh ibu Evita, ”Maria adalah wanita yang bersedia hidupnya mengalami perubahan, apakah ibu-ibu bersedia mengalami perubahan seperti yang Maria alami?” demikian beliau menuturkan.  Sesi selanjutnya dibawakan oleh ibu Anna Ho, beliau menyampaikan bahwa sebelum menjadi wanita yang bijak, kita adalah wanita yang bodoh. Namun saat sadar dari kebodohan kita, apakah kita mengandalkan Tuhan atau tidak? Inilah yang menentukan apakah kita bisa menjadi bijak.  Pembinaan WB ini pun di hadiri oleh 5 ibu gembala yang menjadi peserta, berikut salah satu kesaksian dari mereka :

”Sebagai seorang istri gembala saya dituntut menjadi orang yang diteladani oleh jemaat saya, ini sungguh berat bagi saya karena terkadang saya pun masih memiliki kekurangan. Melalui pembinaan Wanita Bijak, saya jadi mengerti bagaimana menjadi penolong dan menjadi teladan yang sesungguhnya bagi keluarga dan jemaat." (Ibu Lydia)

"Sebenarnya saya merasa tidak berharga karena saya sering merasa tidak diperhatikan oleh suami dan anak-anak. Saya merasa kalau diri saya ini seperti pembantu. Setelah mendengar kebenaran yang disampaikan, saya sekarang sadar bahwa diri saya berharga, sekarang saya rindu untuk menjadi penolong bagi suami dan melayani dia juga anak-anak.” (ibu Juniar)