Anda telah mengikuti pembinaan Wanita Bijak (ibu/single/girls' talk)? Bagikan berkat yang telah Anda terima di situs Wanita Bijak ini. Kirimkan kesaksian Anda ke
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
(Tulis nama, e-mail/alamat/kota, kelompok usia -ibu/single/girls' talk).
Sekretariat WB: Komp. Gading Bukit Indah blok I no.9, Kelapa Gading. Telp. 021 4585 2632
Pada 27 Febrauri 2009 serentak di beberapa tempat alumni pembinaan Wanita Bijak Jakarta Barat mengadakan talk show dan seminar kanker payudara, cerviks (red : mulut rahim) dan ovarium. Dengan pembicara Dr. Firman Santoso seorang Obstetrics & Gynecology Spesialist yang menjadi konsultan di Luisenhospital dan mengajar di University Clinic RWTH – Aachen – Germany.
Di Area Maizonette - Jakarta Barat diadakan dalam bentuk talk show yang diikuti 50 orang ibu dari berbagai kelompok usia, membahas mengenai kanker payudara dan kanker cerviks. Sedangkan di area Palem – Jakarta Barat diadakan dalam bentuk seminar yang diikuti 240 ibu dari berbagai kelompok usia, membahas tentang kanker payudara, cerviks dan ovarium.
“DETEKSI DINI merupakan therapy yang terbaik,” itu dikatakan berulang ulang oleh dr Firman. Jika kita menemukan hal-hal yang tidak wajar, seperti : benjolan, rasa sakit di payudara, keputihan maupun pendarahan yang tidak normal mungkin kita perlu untuk memberikan perhatian khusus dan tidak menganggap ini semua sebagai sesuatu yang biasa saja.
Bagi wanita berusia 50 tahun, secara rutin perlu melakukan mamografi untuk mendeteksi kanker payudara, apabila secara langsung generasi sebelumnya pernah menderita kanker, maka mamografi dilakukan lebih awal. Selain itu para wanita yang telah melakukan hubungan sex, dianjurkan melakukan papsmear secara rutin 1 tahun sekali untuk mendeteksi kanker cerviks. Pemeriksaan transvaginal sonografi dilakukan apabila ada keluhan di organ gynecolog, seperti : nyeri perut bagian bawah, kecurigaan ada miom, kista atau polip di indung telur / ovarium.
“Yang terpenting mari kita jaga dan pelihara tubuh yang diberikan oleh Tuhan, dengan melakukan olah raga secara teratur, menghindari makanan yang berlemak, menjaga berat badan di batas normal dan tidak merokok,” ujar Dr. Firman.
REPORTASE WB SINGLE NASIONAL
Views
253
Mengambil tempat di Wisma Agape pada tanggal 22-24 Mei 2009 diadakan pembinaan WB Single Nasional, yaitu pembinaan yang menjadi model bagi pembentukan pembinaan WB di kota-kota yang nantinya akan merintis pembinaan WB Single. Pembinaan ini diikuti oleh 120 peserta dari 9 kota di Indonesia dan didukung oleh seluruh Tim Pelaksana, juga fasilitator dari WB Single di area Jakarta Utara, Timur, Barat dan Pusat dengan ketua pelaksana Sdri. Betty (PIC WB Single Jakarta Pusat). Berikut penuturan para peserta yang mengikuti WB Single Nasional :
"Saya sudah sering mendengar bahwa saya berharga, namun ternyata saya tidak pernah puas dengan diri saya. Mulai dari bentuk tubuh, tiggi badan, kecerdasan. Tetapi waktu Sesi Mutiara Ditemukan, saya dibukakan kecantikan dan kesempurnaan diri saya adalah ketika saya menerima diri saya apa adanya, bukan apa kata orang terhadap diri saya tapi apa kata Tuhan. Di sesi Singleness saya juga diberkati, dulu saya selalu berfokus pada memiliki pasangan hidup dan menikah, tetapi sekarang saya mau mengubah fokus kepada Tuhan. Saya mau melayani keluarga dan memenangkan teman-teman saya di dalam Tuhan. Tuhan juga mengingatkan bahwa lebih baik 1 teladan daripada 1000 kata-kata. Lewat 1 tindakan kita dapat menjadi teladan bagi orang." (Sismawati)
"Saya sangat diberkati oleh setiap sesi yang disampaikan dalam camp ini, karena banyak hal yang saya tidak tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang wanita. Saya sangat diberkati di sesi Mutiara Yang Ditemukan dan Problem Emosi Wanita, saya sangat minder ketika berada di komunitas yang baru atau berbeda budaya dengan budaya atau warna kulit saya, akhirnya saya sulit menerima keadaan saya sendiri dan tidak mensyukuri diri sebagai wanita. Saya terbentuk dengan pola asuh yang salah karena dari kecil saya diasuh oleh oma dan opa yang keras dan diktator, setelah itu saya kembali berkumpul orang tua yang mementingkan prestasi dan saya menjadi wanita yang merasa diri berharga ketika saya punya prestasi yang baik. Sekarang saya tahu bahwa saya utuh dihadapan Tuhan lewat penerimaan diri saya." (Stera Liline)
"Di WB ini banyak kebenaran yang menguatkan saya, bahwa benar fokus kita harus pada Tuhan bukan pada diri sendiri/pada pernikahan. Banyak juga karakter-karakter yang perlu diubahkan supaya lebih peka, tidak egois, jadi teladan." (Lisa)
Apa yang ada dipikiran kita saat mendengar kata “Pemulung”? Sampah, kotor, orang miskin, bau... Namun pernahkah terpikirkan oleh kita untuk menjamah mereka yang dianggap sampah, kotor, orang miskin dan bau? Yakobus 2:5b berkata, “Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Inilah yang menjadi tugas kita sebagai umat tebusanNya, untuk membawa mereka kepada kebenaran bahwa mereka berharga, dan dapat menjadi teladan bagi orang lain. Wanita Bijak (WB) segmen pemulung yang baru pertama kali diadakan, namun keantuasiasan peserta yang kebanyakan bekerja sebagai pemulung ini sangat luar biasa. “Aku percaya Tuhanku ajaib, Kau turun tangan memulihkanku.” Penggalan lagu ini mewakili hati para wanita pemulung di Kampung Sawah Cakung Jakarta. Mengangkat tangan kepada Tuhan, dengan harapan hidup mereka dapat diubahkan. Pembinaan Wanita Bijak segmen pemulung ini dimulai pada tanggal 29 Juli 2009 mengambil tempat di gedung gereja GBI Kampung Sawah. Acara dimulai dengan Pra Camp yang dibawakan oleh ibu Evita, beliau menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya pembinaan ini. Respon para peserta sangat antusias, karena mereka tidak pernah berpikir sebelumnya dapat mengikuti acara seperti ini. Setiap hari kegiatan mereka, memulung dan mengurus anak, tidak ada waktu khusus untuk diri mereka pribadi. Itu sebabnya selama acara berlangsung tidak sedikit dari mereka yang membawa anak-anak, satu orang ibu membawa 2 sampai 3 orang anak, karena tidak ada orang yang dapat menggantikan untuk mengasuh anak. Suami mereka kebanyakan berprofesi sebagai pemulung dan ada juga yang berprofesi sebagai supir angkot dan supir truk. Itu sebabnya para fasilitator yang terlibat, mereka tidak hanya melayani para peserta, dengan segenap hati mereka bersedia membantu menjaga dan menggendong anak maupun bayi yang dibawa serta dalam pembinaan, terutama pada saat ibu mereka maju untuk didoakan bahkan saat menulis surat kasih untuk suami.