Visi Wanita Bijak

Image

Melalui KEUNIKANNYA Wanita BERFUNGSI dan menjadi TELADAN (Titus 2:3-7)

 

Precious Moment

Tabloid Wise Woman

 

Dapatkan Tabloid

WISE WOMAN

di TB Metanoia, TB Heleluya & Pundi Sarfat

atau hub sekreatariat WB telp. 021-45852632


Question?

 

Anda telah mengikuti pembinaan Wanita Bijak (ibu/single/girls' talk)? Bagikan berkat yang telah Anda terima di situs Wanita Bijak ini. Kirimkan kesaksian Anda ke Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya   (Tulis nama, e-mail/alamat/kota, kelompok usia -ibu/single/girls' talk). 

Sekretariat WB: Komp. Gading Bukit Indah blok I no.9, Kelapa Gading. Telp. 021 4585 2632

 

Reportase
Menemukan Mutiara di Sampit Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 1026    

oleh: Friska Widjaja & Nine

Sampit adalah ibu kota kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah, Indonesia. Pada tahun 2001, di kota ini terjadi kerusuhan etnis antara suku Madura dengan Dayak. Dalam kerusuhan tersebut, ribuan orang tewas dan puluhan ribu orang mengungsi

Sampit sebagai Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu kota terpenting di Provinsi kalimantan Tengah. Di samping karena secara ekonomis merupakan daerah kabupaten yang relatif maju juga karena terletak di posisi yang strategis.

Kota Sampit terletak di tepi Sungai Mentaya, dalam bahasa dayak disebut Ot Danum yang artinya batang danum kupang bulan. Sungai Mentaya merupakan sungai utama yang dapat dilayari perahu bermotor, walaupun hanya 67 persen yang dapat dilayari. Hal ini disebabkan karena morfologi sungai yang sulit, endapan dan alur sungai yang tidak terpelihara, endapan gosong, serta bekas-bekas potongan kayu.


Saturday, 30 May 2009
 
Seminar Kanker Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 94    

oleh Friska Widjaja

 

Pada  27 Febrauri 2009 serentak di beberapa tempat alumni pembinaan Wanita Bijak Jakarta Barat mengadakan talk show dan seminar kanker payudara, cerviks (red : mulut rahim) dan ovarium. Dengan pembicara Dr. Firman Santoso seorang Obstetrics & Gynecology Spesialist yang menjadi konsultan di Luisenhospital dan mengajar di University Clinic RWTH – Aachen – Germany.

Di Area Maizonette - Jakarta Barat diadakan dalam bentuk talk show yang diikuti 50 orang ibu dari berbagai kelompok usia, membahas mengenai kanker payudara dan kanker cerviks. Sedangkan di area Palem – Jakarta Barat diadakan dalam bentuk seminar yang diikuti 240 ibu dari berbagai kelompok usia, membahas tentang kanker payudara, cerviks dan ovarium.

 

DETEKSI DINI merupakan therapy yang terbaik,” itu dikatakan berulang ulang oleh dr Firman. Jika kita menemukan hal-hal yang tidak wajar, seperti : benjolan, rasa sakit di payudara, keputihan maupun pendarahan yang tidak normal mungkin kita perlu untuk memberikan perhatian khusus dan tidak menganggap ini semua sebagai sesuatu yang biasa saja.

Bagi wanita berusia 50 tahun, secara rutin perlu melakukan mamografi untuk mendeteksi kanker payudara, apabila secara langsung generasi sebelumnya pernah menderita kanker, maka mamografi dilakukan lebih awal. Selain itu para wanita yang telah melakukan hubungan sex, dianjurkan melakukan papsmear secara rutin 1 tahun sekali untuk mendeteksi kanker cerviks. Pemeriksaan transvaginal sonografi dilakukan apabila ada keluhan di organ gynecolog, seperti : nyeri perut bagian bawah, kecurigaan ada miom, kista atau polip di indung telur / ovarium.

Yang terpenting mari kita jaga dan pelihara tubuh yang diberikan oleh Tuhan, dengan melakukan olah raga secara teratur, menghindari makanan yang berlemak, menjaga berat badan di batas normal dan tidak merokok,” ujar Dr. Firman.


Saturday, 30 May 2009
 
REPORTASE WB SINGLE NASIONAL Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 253    

Image Mengambil tempat di Wisma Agape pada tanggal 22-24 Mei 2009 diadakan pembinaan WB Single Nasional, yaitu pembinaan yang menjadi model bagi pembentukan pembinaan WB di kota-kota yang nantinya akan merintis pembinaan WB Single.  Pembinaan ini diikuti oleh 120 peserta dari 9 kota di Indonesia dan didukung oleh seluruh Tim Pelaksana, juga fasilitator dari WB Single di area Jakarta Utara, Timur, Barat dan Pusat dengan ketua pelaksana Sdri. Betty (PIC WB Single Jakarta Pusat). Berikut penuturan para peserta yang mengikuti WB Single Nasional :

"Saya sudah sering mendengar bahwa saya berharga, namun ternyata saya tidak pernah puas dengan diri saya. Mulai dari bentuk tubuh, tiggi badan, kecerdasan.  Tetapi waktu Sesi Mutiara Ditemukan, saya dibukakan kecantikan dan kesempurnaan diri saya adalah ketika saya menerima diri saya apa adanya, bukan apa kata orang terhadap diri saya tapi apa kata Tuhan. Di sesi Singleness saya juga diberkati, dulu saya selalu berfokus pada memiliki pasangan hidup dan menikah, tetapi sekarang saya mau mengubah fokus kepada Tuhan. Saya mau melayani keluarga dan memenangkan teman-teman saya di dalam Tuhan. Tuhan juga mengingatkan bahwa lebih baik 1 teladan daripada 1000 kata-kata. Lewat 1 tindakan kita dapat menjadi teladan bagi orang." (Sismawati)

"Saya sangat diberkati oleh setiap sesi yang disampaikan dalam camp ini, karena banyak hal yang saya tidak tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang wanita. Saya sangat diberkati di sesi Mutiara Yang Ditemukan dan Problem Emosi Wanita, saya sangat minder ketika berada di komunitas yang baru atau berbeda budaya dengan budaya atau warna kulit saya, akhirnya saya sulit menerima keadaan saya sendiri dan tidak mensyukuri diri sebagai wanita. Saya terbentuk dengan pola asuh yang salah karena dari kecil saya diasuh oleh oma dan opa yang keras dan diktator, setelah itu saya kembali berkumpul orang tua yang mementingkan prestasi dan saya menjadi wanita yang merasa diri berharga ketika saya punya prestasi yang baik. Sekarang saya tahu bahwa saya utuh dihadapan Tuhan lewat penerimaan diri saya." (Stera Liline)


"Di WB ini banyak kebenaran yang menguatkan saya, bahwa benar fokus kita harus pada Tuhan bukan pada diri sendiri/pada pernikahan. Banyak juga karakter-karakter yang perlu diubahkan supaya lebih peka, tidak egois, jadi teladan." (Lisa)
Friday, 31 October 2008
 
REPORTASE WB IBU UJUNG MENTENG Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 305    

Image Hari ini Tanggal 23 Mei 2009, Pukul 8 pagi kami berangkat menuju kawasan Ujung Menteng, suasana jalan dipagi itu sudah disibuki para pekerja yang hendak ke kantor, namun tidak nampak anak-anak yang berangkat ke sekolah karena hari ini adalah hari pertama anak-anak libur sekolah.  Dalam waktu 45 menit kami sudah tiba di tempat tujuan. Saat itu panitia sudah bersiap-siap menyambut para peserta yang berjumlah 102 orang, mereka adalah para orang tua asuh dari sekolah Cahaya Bangsa yang didirikan oleh Yayasan Pelita Persada Mereka datang dari berbagai denominasi gereja; GBI, GPDI, Katolik dan HKBP.  
Tepat pukul 10 sesi pertama dimulai, dibawakan oleh ibu Evita, ”Maria adalah wanita yang bersedia hidupnya mengalami perubahan, apakah ibu-ibu bersedia mengalami perubahan seperti yang Maria alami?” demikian beliau menuturkan.  Sesi selanjutnya dibawakan oleh ibu Anna Ho, beliau menyampaikan bahwa sebelum menjadi wanita yang bijak, kita adalah wanita yang bodoh. Namun saat sadar dari kebodohan kita, apakah kita mengandalkan Tuhan atau tidak? Inilah yang menentukan apakah kita bisa menjadi bijak.  Pembinaan WB ini pun di hadiri oleh 5 ibu gembala yang menjadi peserta, berikut salah satu kesaksian dari mereka :

”Sebagai seorang istri gembala saya dituntut menjadi orang yang diteladani oleh jemaat saya, ini sungguh berat bagi saya karena terkadang saya pun masih memiliki kekurangan. Melalui pembinaan Wanita Bijak, saya jadi mengerti bagaimana menjadi penolong dan menjadi teladan yang sesungguhnya bagi keluarga dan jemaat." (Ibu Lydia)

"Sebenarnya saya merasa tidak berharga karena saya sering merasa tidak diperhatikan oleh suami dan anak-anak. Saya merasa kalau diri saya ini seperti pembantu. Setelah mendengar kebenaran yang disampaikan, saya sekarang sadar bahwa diri saya berharga, sekarang saya rindu untuk menjadi penolong bagi suami dan melayani dia juga anak-anak.” (ibu Juniar)
Thursday, 30 October 2008
 
MUTIARA DARI YANG TERBUANG Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini
Views 214    

Image Apa yang ada dipikiran kita saat mendengar kata “Pemulung”?
Sampah, kotor, orang miskin, bau...
Namun pernahkah terpikirkan oleh kita untuk menjamah mereka yang dianggap sampah, kotor, orang miskin dan bau? Yakobus 2:5b berkata, “Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Inilah yang menjadi tugas kita sebagai umat tebusanNya, untuk membawa mereka kepada kebenaran bahwa mereka berharga, dan dapat menjadi teladan bagi orang lain. Wanita Bijak (WB) segmen pemulung yang baru pertama kali diadakan, namun keantuasiasan peserta yang kebanyakan bekerja sebagai pemulung ini sangat luar biasa.
“Aku percaya Tuhanku ajaib, Kau turun tangan memulihkanku.” Penggalan lagu ini mewakili hati para wanita pemulung di Kampung Sawah Cakung Jakarta. Mengangkat tangan kepada Tuhan, dengan harapan hidup mereka dapat diubahkan.
Pembinaan Wanita Bijak segmen pemulung ini dimulai pada tanggal 29 Juli 2009 mengambil tempat di gedung gereja GBI Kampung Sawah. Acara dimulai dengan Pra Camp yang dibawakan oleh ibu Evita, beliau menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya pembinaan ini. Respon para peserta sangat antusias, karena mereka tidak pernah berpikir sebelumnya dapat mengikuti acara seperti ini. Setiap hari kegiatan mereka, memulung dan mengurus anak, tidak ada waktu khusus untuk diri mereka pribadi.  Itu sebabnya selama acara berlangsung tidak sedikit dari mereka yang membawa anak-anak, satu orang ibu membawa 2 sampai 3 orang anak, karena tidak ada orang yang dapat menggantikan untuk mengasuh anak. Suami mereka kebanyakan berprofesi sebagai pemulung dan ada juga yang berprofesi sebagai supir angkot dan supir truk.  Itu sebabnya para fasilitator yang terlibat, mereka tidak hanya melayani para peserta, dengan segenap hati mereka bersedia membantu menjaga dan menggendong anak maupun bayi yang dibawa serta dalam pembinaan, terutama pada saat ibu mereka maju untuk didoakan bahkan saat menulis surat kasih untuk suami.
Thursday, 30 October 2008
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 14