| Views |
1188  |
|
Berbeda dengan perubahan yang ”dunia” tawarkan, perubahan yang Yesus berikan tidak instant, anda harus berjalan bersamaNya setiap hari sampai perubahan itu menetap dalam kehidupan Anda. Ada 3 tahapan perubahan yang dapat kita alami, yaitu : Perubahan cara pikir (paradigma), Perubahan sikap hati (attitude) dan Perubahan tingkah laku (behavior). Perubahan Cara Pikir (Paradigma) Penyerahan hidup kita kepada Tuhan lewat kesadaran akan kuasa dan kedaulatanNYA atas hidup kita dalam bentuk penyembahan dan perenungan Firman yang dilakukan setiap hari, akan melahirkan pembaharuan budi / perubahan cara pikir yang semakin serupa Kristus (Roma 12 : 1 - 2). Perubahan Sikap Hati (Attitude) Sebagai seorang wanita, tantangan terbesar untuk mengalami perubahan adalah hatinya. Hati adalah sumber dan pancaran kehidupan, dalam bahasa Ibrani; hati merupakan pusat kehidupan dan kepandaian. Amsal 4 : 23 mengatakan Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (terjemahan KJV - Keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of life). Hati adalah pusat/sumber mengalirnya keinginan, tetapi juga pengertian dan hikmat. Berapa banyak Firman yang tersimpan di hati-mu? Itulah yang menentukan terjadinya perubahan.
Lukas 8 : 15 mengatakan, “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (terjemahan KJV - But that on the good ground are they, which in an honest and good heart, having heard the word, keep it, and bring forth fruit with patience.) Tanah hati yang baik artinya adalah hati yang murni. Hanya hati yang murni yang dapat “menyimpan” firman dan akan menghasilkan buah jika dilakukan dengan tekun (artinya berulang-ulang, bukan hanya sekali. Direnungkan terus menerus hingga firman itu menguasai seluruh keberadaan kita – pikiran, kehendak dan perasaan kita).
Perubahan Tingkah Laku (Behavior) Pola perilaku yang baru akan lahir setelah kita mengalami perubahan pardigma (cara berpikir) dan perubahan attitude (sikap hati). Hanya Firman Tuhan yang berkuasa mengubahkan bukan hanya cara pikir kita tetapi juga sikap hati dan perilaku kita. Contohnya : cara pikir kita diubahkan saat mendengar sesi problema emosi wanita karena ada kebenaran Firman Tuhan yang kita terima, namun hal itu tidak serta merta membuat kita menjadi wanita yang hidup bebas dari problem emosi. Bagaimana kita memiliki emosi yang sehat dan dewasa adalah proses kita menghidupi dan mempraktekkan setiap kebenaran yang sudah kita terima. Jika ujian itu datang dan kita mengingat bagaimana jalan keluar untuk bisa bertumbuh dalam emosi yang sehat dan dewasa, itulah perubahan yang sesungguhnya. Saat mengikuti modul-1 pembinaan Wanita Bijak, kita dibawa masuk untuk mengalami proses pemulihan dan perubahan yang (mungkin) hanya dirasakan saat pembinaan berlangsung. Ada juga yang mengalami sampai kepada perubahan sikap hati tetapi tidak bertahan lama, selanjutnya sebagian besar alumni Modul-1 pembinaan Wanita Bijak banyak mengalami kesulitan untuk mencapai perubahan tingkah laku. Biasanya kecenderungan yang terjadi adalah menyerah dan berkata, “Ah… itu tidak mungkin. Itu sulit..!”
Jika demikian, tentunya perubahan itu tidak dapat dilakukan sendiri, butuh orang lain untuk menolong kita mencapainya. Itulah salah satu dasar pemikiran terciptanya Modul-2 WB. Didalam kelompok pembelajaran bersama dengan wanita lain kita bukan hanya memiliki teman yang sedang “berjuang” bersama-sama untuk mencapai perubahan yaitu menjadi serupa seperti Kristus, tetapi juga dapat saling memberikan pertanggung jawaban satu dengan yang lain. Kita bukan sekedar terbuka, tetapi terbuka untuk saling menguatkan dan menyembuhkan. Kita ditolong untuk berubah; mengalami pertobatan secara pribadi dan bersedia untuk mengambil komitmen dan berubah. Apakah anda rindu mengalaminya? (aa/cc).
Users' Comments (0)  |
|
|