| Views |
255  |
|
Ketika Yesus akan naik ke surga, Ia berkata kepada murid-murid; ”Jadikanlah semua bangsa muridKu” (Matius 28:19). Petrus dan murid-murid lainnya menangkap maksud perkataan dan melaksanakan Amanat Agung tersebut.. Seperti yang mereka alami dengan Yesus, demikian tujuan dari pemuridan adalah menjadikan orang murid Kristus (bukan murid seseorang) dengan melakukan ajaran Tuhan Yesus sampai terjadi perubahan hidup, bertumbuh menjadi dewasa dan sanggup memuridkan orang lain juga. Dalam konteks wanita, setiap wanita perlu dimuridkan dan dapat juga memuridkan. Tanpa pemuridan seorang wanita sulit mengalami perubahan. Didalam pemuridan seorang yang lebih dewasa rohani mengajarkan ajaran Kristus/Firman Tuhan dan memberi contoh bagaimana ia menghidupinya dalam sehari-hari kepada wanita yang lain. Selain itu wanita yang dimuridkan perlu memiliki hati yang mau belajar dan mau berubah dengan mentaati semua perintah Tuhan yang diajarkan. Pemuridan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain; pertemuan 2 jam untuk belajar Firman Tuhan bersama, sharing Firman Tuhan, tanya jawab dan belajar terbuka satu sama lain. Namun yang terpenting bukanlah mengetahui Firman, tetapi melakukan atau mempraktekkannya sehingga terjadi perubahan hidup yang makin serupa Kristus. Pemuridan tanpa perubahan hidup, bukanlah pemuridan sesungguhnya. Berbagi Firman dalam pemuridan tanpa penekanan kepada KETAATAN dalam melakukan Firman hanyalah menghasilkan orang-orang yang tahu kebenaran tapi tidak dapat melakukannya. Ketaatan atau mempraktekkan kebenaran, sekalipun sulit (tidak suka), akan menghasilkan perubahan hati, perubahan karakter dan perubahan dalam tindakan.
Dalam pemuridan ada 3 unsur yang perlu diperhatikan:
1. KETERTARIKAN Anda tertarik kepada seseorang yang lebih dewasa, baik rohani maupun yang lainnya. Tanpa ketertarikan, maka tidak ada kehausan dan komitmen waktu untuk hidup berbagi. Akhirnya tidak mencapai sasaran yang diharapkan.
2. Komitmen untuk berbagi Banyak pemuridan berhenti di tengah jalan karena kurangnya komitmen waktu yang diberikan dan kurangnya keseriusan untuk berbagi hidup atau saling berkorban. Jika anda mau dimuridkan, andalah yang banyak ’mengejar’ pemurid anda. Seseorang yang dimuridkan haruslah bersedia diajar, dinasehati dan komitmen untuk melakukan perintah dan ajaran Kristus,. Patutlah disadari bahwa. pemurid anda bukan manusia sempurna, ia juga memiliki kelemahan. Karena itu dalam pemuridan akan terjadi pembelajaran bersama dalam mengikuti ajaran Kristus.
3. Saling bertanggung jawab Adanya saling tanggung jawab akan menghasilkan hubungan yang sehat. Tidak ada ‘otoriter’ atau unsur kepentingan pribadi memudahkan terjadinya evaluasi terhadap perubahan hidup yang telah dialami.. Keterbukaan dan saling memberi pertanggungjawaban terhadap apa yang sudah dilakukan dalam mempraktekkan kebenaran Firman Tuhan dalam hidup sehari-hari mendorong kemajuan perubahan sikap dan tindakan.
Pemuridan bukanlah sebuah program atau pertemuan yang dilakukan 2 jam seminggu, pemuridan adalah hubungan dan sifatnya haruslah informal. Dalam pemuridan setiap orang akan saling berbagi sukacita, dukacita, saling mengasihi dan berkorban, pergi bersama-sama, melayani orang lain, menyelesaikan masalah dalam keluarga, keuangan, kekuatiran atau pergumulan hidup dengan terang Firman Tuhan. Gambaran sederhana dan mendasar tentang pemuridan adalah seperti kehidupan Tuhan Yesus dengan kedua belas muridNya dan apa yang mereka lakukan bersama.
Oleh sebab itu wanita yang mau berubah menjadi bijak, baik single maupun sudah menikah, perlu ada dalam sebuah kelompok pemuridan. Titus 2:4 menulis bahwa wanita tua perlu mendidik wanita muda dalam jalan-jalan Tuhan. Itulah pemuridan. Hasil dari pemuridan adalah wanita yang mengasihi Allah, mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang, mengasihi suami dan anak-anaknya. Ia hidup dengan bijaksana dan suci, menjadi wanita yang rajin dan berbuat baik kepada banyak orang. Semuanya ini tertulis dalam Titus 2:3-5. Kata Amsal, ia menjadi wanita yang dipuji-puji orang, menjadi kebanggaan suaminya, penuh hikmat dan pengajaran karena ia wanita yang takut akan Tuhan (Amsal 31) Jika anda memiliki kelemahan misalnya problem emosi seperti marah-marah, kesal, mulut yang mengeluarkan kata-kata yang tidak membangun, berbohong, malas, tidak haus untuk membaca Alkitab, malu bersaksi, sulit mengampuni suami, bingung mendidik anak, anda perlu mencari seseorang untuk menolong anda. Apabila anda memiliki potensi dan rindu mengembangkannya dengan maksimal maka anda juga perlu ada dalam sebuah pemuridan.
Pemuridan yang benar akan membuat hidup kita maksimal dan menghasilkan persahabatan yang tulus.
Users' Comments (0)  |
|
|