| Views |
758  |
|
Ketiga perubahan ini diharapkan terjadi dalam diri setiap wanita. Itu sebabnya proses perubahan dimulai dari perubahan cara pikir wanita mengenai keunikannya, bagaimana ia berpikir tentang dirinya sebagai perempuan. Misalnya, saat tidak menghadapi masalah ia merasa berharga, namun saat sedang ada masalah ia merasa tidak berharga. Sasaran dari perubahan pola pikir adalah melihat keunikan dirinya sebagai wanita seperti cara Tuhan melihat dirinya, yang terpenting wanita bisa melihat keunikannya sekalipun ia masih memiliki kekurangan dan kelemahan. Perubahan pola pikir menghasilkan suatu sikap (attitude) yang baru dalam diri wanita, ia akan melakukan fungsi sebagai penolong bukan karena paksaan melainkan adanya dorongan hati (niat) untuk melakukannya. Perubahan ini ditandai dari sikap tidak mau melakukan menjadi mau melakukan, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Proses perubahan sikap hati akan membawa setiap wanita pada perubahan perilaku (behaviour), konsisten untuk terus melakukan perubahan dalam hidupnya sampai perubahan itu menjadi gaya hidup. Kendala yang dihadapi oleh alumni pembinaan modul 1 adalah menemukan cara yang praktis untuk mengaplikasikan setiap kebenaran yang telah mereka terima. Belajar yang efektif bagi wanita yaitu dengan melihat dan mempelajari cara hidup orang lain (gagal maupun berhasil) dalam hidup sehari-harinya. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh para wanita untuk mencapai perubahan maksimal dalam hidup mereka yaitu : - Belajar untuk membangung hubungan dan mengenal Tuhan setiap hari
- Membangun hubungan dengan orang lain
- Mempraktekkan perubahan yang ia alami dengan orang lain.
Semuanya tercakup dalam Matius 22 : 37 – 39 Mengapa Modul 2 ? Modul 2 Pembinaan Wanita Bijak awalnya di desain agar para wanita yang telah mengikuti pembinaan Wanita Bijak modul 1 dapat mencapai Raport WB (baca WW edisi 4) dengan baik. Modul 2 juga menolong mereka menemukan komunitas pembelajaran yang benar, menemukan metode pembelajaran yang tepat, membantu mereka menemukan komunitas yang memiliki nilai hidup yang sama. Lewat modul 2 wanita akan mengalami perubahan yang lebih detail, sehingga mereka mengalami perubahan yang sesungguhnya. Perbedaan Modul 1 dan Modul 2 Dalam modul 1 pembinaan dilakukan secara satu arah, dari mimbar kepada peserta. Sedangkan Modul 2 dilakukan secara informal, sehingga dapat menyentuh akar permasalahan dan lebih bisa memberi dampak personal karena ada sentuhan pribadi; seperti ibu yang mendidik dan mendampingi anaknya. Seperti visi pelayanan WB; wanita tua mendidik wanita muda (titus 2 : 3 – 7), setiap wanita membutuhkan wanita lain untuk mengalami perubahan.
Users' Comments (0)  |
|
|